Senin, 10 Januari 2011

Pedoman Penggunaan ITEMAN (Item and Analysis Manual)

Sahabat tahu ITEMAN? Bagi sahabat yang sedang menempuh jalur pendidikan jenjang S1 Program pendidikan guru, atau sahabat yang sudah menjadi guru mungkin tahu apa itu ITEMAN. Berikut adalah pedoman penggunaan ITEMAN, sebuah software yang berfungsi untuk membantu menganalisa soal siswa, semoga bermanfaat J

ITEM AND TES ANALYSIS MANUAL (ITEMAN)
PEDOMAN PENGGUNAAN ITEMAN

A.Pendahuluan

Iteman merupakan perangkat untuk menganalisis butir soal dan tes. Hasil analisis
dengan iteman meliputi:

a. Tingkat kesukaran
b. Daya pembeda soal
c. Statistic sebaran jawaban
d. Reliabilitas tes
e. Kesalahan pengukuran
f. Distribusi skor setiap peserta tes

Program iteman didasarkan pada teori tes klasik. Kelemahan utama dari program ini
adalah sangat dipengaruhi oleh kemampuan responden. Artinya jika soal diujikan pada
anak berkemampuan tinggi dengan anak berkemampuan rendah maka akan terjadi
perbedaan hasil analisis. Untuk mengantisipasi tersebut maka biasanya analisis soal
dengan menggunakan iteman dilakukan secara sampling, dengan melibatkan kurang lebih
500 responden. Semakin besar sampling dan semakin baik teknik samplingnya maka
semakin baik kualitas hasil analisis.

B. Langkah-langkah

1. Membuat File Data
2. Menjalankan program ITEMAN
3. Melakukan interpretasi hasil

C. Membuat File Data

1. Contoh File data (file data ditulis dengan notepad), terlampir
2. Keterangan Pengisian File Data

a. Baris Pertama:

• Kolom 1-3 : jumlah butir soal (contoh: 020)
• 4 : Spasi
• 5 : jawaban kosong (omit), ditulis 0
• 6 : Spasi
• 7 : soal yang belum dikerjakan, ditulis n
• 8 : spasi
• 9-10 : jumlah identitas data siswa (cntoh: 10)
• Tambahan keterangan:
. Kolom 1-3, Untuk menuliskan jumlah soal: Kolom 1 ratusan, kolom 2
puluhan, kolom 3 satuan
. Kolom 5 : butir soal yang tidak dijawab
. Kolom 7 : butir soal yang belum sempat dikerjakan
Kolom 9-10: panjang karakter untuk identitas siswa.
Ø

b. Baris kedua : kunci jawaban
c. Baris ketiga :jumlah jawaban
d. Baris Keempat : ‘Y’ butir soal yang dianalisis, ‘N’ butir saol yang
tdk dianalisis
e. Baris kelima dst :berisi jawaban siswa

D. Menjalankan Program Iteman

1. Double klik file program iteman
2. Tulislah file data: contoh TIK.TXT, kemudian tekan enter
3. Ketik nama file hasil analisis, contoh TIK.hsl, kemudian tekan enter
4. Ketik ‘Y’, kemudian tekan enter
5. Ketik file untuk total skor siswa, contoh TIK.SKR, kemudian tekan enter.
6. Analisis selesai

E. Interpretasi hasil Analisis

1. Contoh Hasil Analisis dengan ITEMAN terlampir
2. Hasil analisis dengan iteman dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu
statistik butir soal dan hasil analisis statistic tes/skala.
3. Interpretasi hasil:

a. Statistik butir soal:
untuk tes yang teridiri dari butir-butir soal yang bersifat dikotomi
misalnya pilihan ganda, statistic berikut adalah output dari setiap butir
soal yang dianalisis:
• Seq.No: adalah nomor urut butir soal dalam file data
• Scala item: nomor urut butir soal dalam tes
• Prop.Correct: proporsi siswa yang menjawab benar butir tes. (indeks
tingkat kesukaran soal secara klasikal),
Catatan: p>0,7 (mudah); 0,3 ≤p≥0,70 (sedang) dan p < 0,3 (sukar)
• Biser : indeks daya pembeda soal (koef.korelasi biserial). Nilai positif
artinya peserta tes yang menjawab benar butir soal mempunyai skor
relative tinggi dalam tes tersebut. Sebaliknya nilai negative
menunjukkan bahwa peserta tes yang menjawab benar butir tes memperoleh
skor tes yang relative lebih rendah dalam tes.
• Pint biserial: juga indeks daya pembeda soal (koef. point biserial)
Catatan: Daya pembeda soal berfungsi untuk menentukan dapat tidaknya
suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur dengan perbedaan
yang ada pada kelompok itu. Tujuan dari pengujian daya pembeda adalah
untuk melihat kemampuan butir soal dalam membedakan antara peserta didik
yang berkemanpuan tinggi dengan peserta didik yang berkemampuan rendah.
b. Statistik tes
• N of Items : jumlah btir soal dalam tes yang dianalisis.
• N of Examines : Jumlah peserta tes
• Mean : Skor/rerata peserta tes
• Variance : varian dari dsitribusi skor peserta tes yang memberikan
gambaran tentang sebaran skor peserta tes.
• Std.Deviasi : Deviasi standar dari distribusi skor tes (akar dari
varians)
• Skew : kemiringan
• Kurtosis : puncak distribusi
• Minimum :skor terndah
• Maximum : skor tertinggi
• Median : skor tengah
• Aplha : homogenitas tes
• SEM : kesalahan pengukuran standar
• Mean P : rerata tingkat kesukaran
• Mean item tot : rerata indeks daya pembeda (koef point biserial)
• Mean biserial : rerata indek daya pembeda (koef. Biserial)
• Scale intercorelation : indeks korelasi antara skor-skor peserta tes

4. File skor:

Program iteman juga memberikan hasil skor untuk setiap peserta tes yang
menunjukkan jumlah benar dari seluruh jawaban.
Program iteman mampu menganalisis maksimal 250 butir soal dalam satu file
dengan kapasitas 3.000 responden.

Download ITEMAN disini

Jumat, 07 Januari 2011

KAMMI dalam dinamika organisasinya, sebuah tantangan dalam perjuangan

KAMMI merupakan organisasi mahaiswa ekstrakampus yang saat ini dinilai berhasil dalam membesarkan nama dan organisasinya.

Dalam hal penciteraan, KAMMI dinilai berhasil karena selama ini masyarakat umum menilai bahwa KAMMI merupakan organisasi mahasiswa yang konsisten dalam membela hak-hak rakyat terhadap pemerintah yang zhalim.

KAMMI dilahirkan dari orang-orang luar biasa yang konsisten dan haus akan perubahan ke arah yang lebih baik menjadikan syariat islam dengan manhaj tarbiyah sebagai Nilai Dasar Perjuangannya.

Namun ternyata dibalik kebesaran nama besar KAMMI itu ada sekelumit permasalahan yang mencuat di kalangan kader KAMMI, terutama di ranah komisariat, UPI pada khususnya.

Al-fahmu alal manhaj, sebuah permasalahan Internal

Ilmu dituntut untuk diamalkan dan sebelum beramal itu harus berilmu, itulah cermin dari keseimbangan syariat Islam.

Dalam konteks gerakan KAMMI, manhaj gerakan dijadikan sebagai ilmu yang ditutuntut untuk difahami sebelum bergerak untuk diamalkan. Yang menjadi permasalahannya adalah tidak semua kader KAMMI komisariat dapat memahami konsep manhaj gerakannya, sehingga menimbulkan kebiasan dalam konsep gerakan amal KAMMI. Maka dari itu pemberian pengetahuan pemahanaman manhaj terhadap para kadern di tingkat komisariat mutlak harus diberikan terutama oleh kader KAMMI yang telah berjenjang AB 2 yang secara tugas memang seharusnya bertanggungjawab terhadap permasalahan itu yang harus juga ditopang oleh monitoring oleh KAMDA (KAMMI Daerah)

Gerakan konspirasi ‘antiKAMMI’, sebuah tantangan permanen

Jika ada haq, pasti ada bathil. Ada hitam, ada putih. Ada benar ada yang tidak benar. Sepanjang KAMMI berjuang dalam jalan kebenaran syariat islam, pasti ada yang memusuhinya karena ini adalah sunatulloh.

Dalam konteks ini tantangan ormawa eksternal yang bersebrangan dengan alur ideologis KAMMI menjadi tantangan lain selain tantangan internal yang telah disebutkan di atas.

Kader KAMMI diharapkan dapat meningkatkan kualitas pribadinya sehingga dapat bertahan dalam konspirasi itu. Gerakan KAMMI harus bisa bermetamorfosis dari yang hanya gerakan turun ke jalan menjadi gerakan intelektual profetik yang menjadikan pena sebagai senjatannya, karena ini yang sesungguhnya tantangan zaman yang harus KAMMI taklukkan.

Basis gerakan intelektual profetik harus dikongkritkan dalam pola gerakan KAMMI sehingga diharapkan KAMMI dapat melahirkan calon pemimpin masa depan yang Qur’ani dan sesuai dengan tuntunan Rasululloh s.a.w., wallahua’lam.

Ditulis dalam sela acara Training Pengaderan Daerah KAMMI Bandung, selesai 5:11 PM

Kamis, 14 Oktober 2010

Berkarya, solusi terbaik untuk perbaikan bangsa

Kau dikenal karena kau berkarya!


Indonesiaku tercinta, kini sedang lucu-lucunya. mencapai puncak prestasi tertinggi sepanjang sejarahnya.

Negeri ke 3 terkorup, sumber daya alam melimpah tapi negaranya miskin (lucu kan?), negara yang belum bisa membuat mur dan baut sendiri, negara yang kaya akan minyak, tapi exxon mobil yang enak, negara yang kaya akan emas, bahkan tambang emas terbesar dunia ada di Indonesia (tambang grasberg-papua) namun sekali lagi freeport yang berkuasa, negara yang paling banyak merk mobilnya sedunia(sekitar 25 merk mobil-padahal di jerman pun hanya 3) dan indonesia sendiri belum mampu membuatnya, cadangan minyak akan habis pada 2020 jika terus menerus digunakan, banyak ahli ekonomi di indonesia, tapi keadaan perekonomian semakin merana. banyak ahli pendidikan di indonesia, tapi kualitas pendidikannya masih jauh dari sempurna, negara mayoritas umat Islam, tapi sering ditekan dan dikucilkan karena politik pencitraan. hmmm Indonesia..indonesia.

Sadarilah, ini adalah kewajiban kita sebagai warga negara, muslim negarawan, terutama mahasiswa. sebuah refleksi bahwa 20 tahun lagi kita yang akan memimpin bangsa, lalu apa yang telah kita persiapkan? solusi konkrit paling sederhana adalah dengan berkarya: tulisan, gagasan, masukan selain dengan aksi turun ke jalan berdemonstran !

so, akhirnya mari kita berkarya dengan apa yang kita punya, bukan hanya beretorika tetapi harus sesuai dengan realita, untuk kita dan Indonesia.


\

Jumat, 09 Juli 2010

Eksplorasi Kekayaan Umat, [Al-Zahrawi, Ilmuwan Islam Penemu Berbagai Alat Bedah Modern]

Selama separuh abad mendedikasikan diri nya untuk pengembangan ilmu kedokteran khususnya bedah, Al-Zahrawi telah menemukan puluhan alat bedah modern. Dalam Kitab Al-Tasrif, ‘Bapak Ilmu Bedah’ itu memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya. Di an tara ratusan koleksi alat bedah yang dipunyainya, ternyata banyak peralatan yang tak pernah digunakan ahli bedah sebelumnya.

Menurut catatan, selama karirnya Al-Zahrawi telah menciptakan atau menemukan 26 peralatan bedah. Salah satu alat bedah yang ditemukan dan digunakan Al-Zahrawi adalah catgut. Alat yang d gu nakan Al-Zahrawi untuk menjahit bagian dalam itu hingga kini masih digunakan ilmu bedah modern. Selain itu, juga menemukan forceps untuk mengangkat janin yang meninggal. Alat itu digambarkan dalam Kitab Al-Tasrif.

Dalam Al-Tasrif, Al-Zahrawi juga memperkenalkan penggenaan ligature 9benang pengikat luka) untuk mengontrol pendarahaan arteri. Ja rum bedah ternyata juga ditemukan dan dipapar kan secara jelas oleh Al-Zahrawi dalam kitabnya yang paling fenomenal itu. Selain itu, Al-Zahrawi juga memperkenalkan sedere alat bedah lain hasil penemuannya dalam Kitab Al-Tasrif.

Peralatan penting untuk bedah yang ditemukan Al-Zahrawi itu antara lain, pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula. Tak cuma itu, Al-Zahrawi juga menemukan peralatan bedah yang digunakan untuk memeriksi dalam uretra, alat untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan serta alat pemeriksa telinga. Kontribusi Al- Zahrawi bagi dunia kedokteran khususnya bedah hingga kini tetap dikenang dunia

_________________
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.

dari http://kafilahcinta.roomforum.com

Jumat, 02 Juli 2010

Lomba Menulis Artikel se Bandung Raya


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger